Coba Lihat Kategori Dibawah Ini. Ada Games Android, Cerita Unik & Lucu Juga Loe
Tampilkan postingan dengan label Asuhan Keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asuhan Keperawatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER ( DHF )

DENGUE HEMORRHAGIC FEVER ( DHF )

PENGERTIAN

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue Famili Flaviviridae,dengan genusnya adalah flavivirus. Virus ini mempunyai empat serotipe yang dikenal dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Selama ini secara klinik mempunyai tingkatan manifestasi yang berbeda, tergantung dari serotipe virus Dengue. (Saroso, 2007)
Demam Berdarah Dengue adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue terutama menyerang anak-anak dengan ciri-ciri demam tinggi mendadak, disertai manifestasi perdarahan dan berpotensi menimbulkan renjatan/syok dan kematian (DEPKES. RI, 1992).
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang terdapat pada anak-anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi, yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama (Mansjoer, 1999)

Minggu, 30 Desember 2012

Asuhan Keperawatan Malformasi Anorektal

A. Definisi
Atresia ani atau anus imperforata atau malformasi anorektal adalah suatu kelainan kongenital tanpa anus atau anus tidak sempurna, termasuk didalamnya agenesis ani, agenesis rekti dan atresia rekti. Insiden 1:5000 kelahiran  yang dapat muncul sebagai sindroma VACTRERL (Vertebra, Anal, Cardial, Esofageal, Renal, Limb).

B. Embriologi
Secara embriologi, saluran pencernaan berasal dari foregut, midgut dan hindgut. Foregut akan  membentuk  faring,  sistem  pernafasan  bagian  bawah,  esofagus,  lambung  sebagian duodenum, hati  dan  sistem  bilier  serta  pankreas.  Midgut membentuk usus  halus,  sebagian duodenum, sekum, appendik, kolon asenden sampai pertengahan kolon transversum.  Hindgut meluas dari midgut hingga ke membrana kloaka, membrana ini tersusun dari endoderm kloaka, dan ektoderm dari protoderm/analpit . Usus terbentuk mulai minggu keempat disebut sebagai primitif  gut.  Kegagalan  perkembangan  yang  lengkap  dari  septum  urorektalis  menghasilkananomali letak tinggi atau supra levator. Sedangkan anomali letak rendah atau  infra levator berasal dari defek perkembangan proktoderm dan lipatan genital. Pada anomali letak tinggi, otot levator ani perkembangannya tidak normal. Sedangkan otot sfingter eksternus dan internus dapat tidak ada atau rudimenter.

C. Patofisiologi
Atresia  ani  terjadi  akibat  kegagalan  penurunan  septum  anorektal  pada  kehidupan embrional.  Manifestasi klinis  diakibatkan adanya obstruksi dan adanya fistula. Obstruksi ini mengakibatkan distensi abdomen, sekuestrasi cairan, muntah dengan segala akibatnya. Apabila urin mengalir melalui fistel menuju rektum, maka urin akan diabsorbsi sehingga terjadi asidosis hiperkloremia, sebaliknya feses mengalir kearah traktus urinarius menyebabkan infeksi berulang. Pada keadaan ini biasanya akan terbentuk fistula antara rektum dengan organ sekitarnya. Pada perempuan, 90% dengan fistula ke vagina (rektovagina) atau perineum (rektovestibuler). Pada laki-laki umumnya fistula menuju ke vesika urinaria atau ke prostat (rektovesika) bila kelainan
merupakan letak tinggi, pada letak rendah fistula menuju ke uretra (rektouretralis).

Satuan Acara Penyuluhan : Terapi Aktivitas Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
TERAPI AKTIVITAS BERMAIN PADA ANAK
DI RUMAH SAKIT

1.       PENDAHULUAN
Masuk rumah sakit merupakan peristiwa yang sering menimbulkan pengalaman traumatik, khususnya pada pasien anak yaitu ketakutan dan ketegangan atau stress hospitalisasi. Stress ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya perpisahan dengan orang tua, kehilangan control, dan akibat dari tindakan invasif yang menimbulkan rasa nyeri. Akibatnya akan menimbulkan berbagai aksi seperti menolak makan, menangis, teriak, memukul, menyepak, tidak kooperatif atau menolak tindakan keperawatan yang diberikan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan pengaruh hospitalisasi pada anak yaitu dengan melakukan kegiatan bermain. Bermain merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan dan kepuasan. Bermain merupakan aktivitas yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak dan merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial sehingga bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain anak-anak akan belajar berkomunikasi, menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, melakukan apa yang dapat dilakukannya, dan dapat mengenal waktu, jarak serta suara.

Jumat, 21 Desember 2012

Penggunaan Alat Pelindung Diri Dalam Pencengahan Infeksi Nosokomial

HUBUNGAN USIA, PENGETAHUAN, DAN SIKAP PERAWAT DENGAN
TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL
DI RUANG BEDAH RSUD SERANG TAHUN 2012.



BAB II
TINJAU PUSTAKA
A.    Konsep Dasar Pencegahan Infeksi Nosokomial
1.      Pengertian Infeksi
Infeksi adalah invasi tubuh oleh patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan sakit atau kerusakan jaringan. Proses dimana hospes. Agen-agen patogen (infeksius) utama adalah (Virus, bakteri, jamur, parasit dan protozoa). Jika mikroorganisme gagal menyebabkan cidera yang serius terhadap sel atau jaringan, infeksi disebut Asimptomatik.dan jika penyakit infeksi dapat ditularkan langsung dari satu orang ke orang lain,penyakit ini meupakan penyakit menular atau contagious (Potter dan Perry., 2005).

2.      Infeksi Nosokomial
Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dari Rumah Sakit, infeksi tidak terjadi di Rumah Sakit, infeksi tidak terjadi atau tidak dalam masa inkubasi pada saat pasien masuk Rumah Sakit. Sedangkan menurut Depertemen Kesehatan (2003)Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang diperoleh atau dialami oleh pasien selama dirawat di rumah sakit dan menunjukkan gejala infeksi baru setelah 72 jam pasien berada di rumah sakit serta infeksi itu tidak ditemukan atau diderita pada saat pasien masuk ke rumah sakit.

Klien yang berada dalam lingkungan perawatan kesehatan dapat beresiko tinggi mendapatkan infeksi. Infeksi nosokomial diakibatkan oleh pemberian layanan kesehatan dalam fasilitas perawatan kesehatan. Infeksi entrogen adalah jenis infeksi nosokomial yang di akibatkan oleh prosedur diagnostik atau terapeutik (Potter dan Perry., 2005).

Infeksi nosokomial adalah infeksi adalah infeksi yang terdapat dalam sarana kesehatan. Sebetulnya Rumah Sakit memang sumber penyakit. Secara logis, rumah sakit adalah tempat orang yang mengalami gangguan kesehatan, dimana berbagai penyakit yang diderita oleh para pasien tersebar di rumah sakit secara terbuka. Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang paling beresiko mendapat infeksi nosokomial, karena infeksi ini dapat menular dari pasien ke petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien ke pengunjung, atau dari petugas kesehatan ke pasien. Hal ini biasa terjadi apabila petugas kesehatan tidak terampil dalam menjalankan tugasnya atau tidak mengindahkan dasar-dasar kewaspadaan umum dalam penanganan pasien. Di Negara maju pun, infeksi yang didapat dalam rumah sakit terjadi dengan angka yang cukup tinggi. Misalnya, di Amerika Serikat, ada 20.000 kematian setiap tahun akibat infeksi nosokomial. Diseluruh dunia, 10% (1,4juta) pasien Rawat Inap di Rumah Sakit mengalami infeksi yang baru selama dirawat setiap tahun (Yayasan Spiritia, website spiritia.or.id., 2003).

Minggu, 13 Mei 2012

Model Teori Dan Konseptual Dalam Keperawatan

Hanya Info

1. VIRGINIA HENDERSON, 1978 
Keperawatan adalah suatu fungsi yang unik dari perawat untuk menolong klien yang sakit atau sehat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan kemampuan, kekuatan, pengetahuan dan kemandirian pasien secara rasional, sehingga pasien dapat sembuh atau meninggal dengan tenang.
Definisi ini merupakan awal terpisahnya ilmu keperawatan dan medik dasar. Dari definisi tersebut adalah asumsi tentang individu yaitu : 
  • Individu perlu untuk mempertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional. 
  • Individu memerlukan bantuan untuk memperoleh kesehatan dan kemandirian atau meninggal dengan damai. 
  • Individu membutuhkan kekuatan yang diperlukan , keinginan atau pengetahuan untuk mencapai atau mempertahankan kesehatan.
    Henderson berpendapat peranan perawat membantu individu sehat sakit dengan suatu cara penambah atau pelengkap (supplementary atau emplementary). Perawat sebagai partner penolong pasien dan kalau perlu sebagai pengganti bagi pasien.
    Fokus perawat adalah menolong pasien dan keluarga untuk memperoleh kebebasan dalam hal memenuhi kebutuhan dasar yaitu : 
  • Bernapas normal 
  • Makan dan minum adekuat 
  • Eliminasi sampah tubuh 
  • Bergerak dan mempertahankan posisi yang diinginkan 
  • Tidur dan istirahat tubuh 
  • Memilih baju yang cocok 
  • Mempertahankan temperature dalam rentang normal dengan mengatur pakaian dan memodifikasi 
  • Menjaga lingkungan dan tubuh

Selasa, 08 Mei 2012

Asuhan Keperawatan "WAHAM" (Kep. Jiwa)

Hanya Info

Waham merupakan keyakinan seseorang berdasarkan penelitian realistis yang salah, keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya (Keliat, BA, 1998).
Waham adalah kepercayaan yang salah terhadap objek dan tidak konsisten dengan latar belakang intelektual dan budaya (Rawlins, 1993).
Waham dibangun atas unsur-unsur yang tidak berdasarkan logika, individu tidak mau melepaskan wahamnya, walaupun telah tersedia cukup bukti-bukti yang objektif tentang kebenaran itu. Biasanya waham digunakan untuk mengisi keperluan atau keinginan-keinginan dari penderita itu sendiri. Waham merupakan suatu cara untuk memberikan gambaran dari berbagai problem sendiri atau tekanan-tekanan yang ada dalam kepribadian penderita biasanya: 
  • Keinginan yang tertekan. 
  • Kekecewaan dalam berbagai harapan. 
  • Perasaan rendah diri. 
  • Perasaan bersalah. 
  • Keadaan yang memerlukan perlindungan terhadap ketakutan. 
Faktor predisposisi yang mungkin mengakibatkan timbulnya waham (Stuart adn Sundeen, 1995.dikutip oleh Keliat, B.A.1998) adalah:

Tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Selama Prasekolah "3-5 Tahun" (Kep. Anak)

Hanya Info
Periode prasekolah mendekati tahun antara 3 dan 6 tahun.Banyak yang menyadari hal ini merupakan masa yang paling menarik untuk orang tua karena anak-anak menjadi kurang negatif, dapat lebih secara akurat membagi pemikiran mereka, dan dapat lebih secara efektif berinteraksi dan berkomunikasi.

1. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 3 tahun

a. Pertumbuhan dan perkembangan fisik
Waktu rata-rata denyut jantung dan pernapasan menurun hanya sedikit mendekati 90 kali per menit dan 22 sampai 24 kali pernapasan per menit.Tekanan darah meningkat sedikit ke nilai rata-rata 95/58 mmHg.Penambahan berat badan umumnya 1,8-2,7 kg, rata-rata berat badan 14,6 kg. Penambahan tinggi badan umumnya 7,5 cm, rata-rata tinggi badan 3-7 cm/95-108 cm. Telah mencapai control malam hari terhadap usus dan kandung kemih. Gigi mulai tanggal dan mulai menerapkan toilet training yang harus di biasakan. 
b. Pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar 
Pada masa ini anak sudah bias mengendarai sepeda roda tiga, melompat dari langkah dasarerdiri pada satu kaki untuk berapa detik, menaiki tangga dengan kaki bergantian,dapat tetap turun dangan menggunakan kedua kaki untuk melangkah, melompat panjang, mencoba berdansa, tetapi keseimbangan mungkin tidak adekuat, memegang krayon dengan jari, menggambar dengan asal, dan membangun menara yang terdiri dari dua balok.

Sindrom Nefrotik (Kep. Dewasa)

Hanya Info
Sindrom Nefrotik adalah Status klinis yang ditandai dengan peningkatan permeabilitas membran glomerulus terhadap protein, yang mengakibatkan kehilangan protein urinaris yang massif (Donna L. Wong, 2004).
Sindrom Nefrotik merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh injuri glomerular yang terjadi pada anak dengan karakteristik; proteinuria, hipoproteinuria, hipoalbuminemia, hiperlipidemia, dan edema (Suriadi dan Rita Yuliani, 2001).
Sindrom nefrotik, adalah salah satu penyakit ginjal yang sering dijumpai pada anak, merupakan suatu kumpulan gejala-gejala klinis yang terdiri dari proteinuria masif, hipoalbuminemia,hiperkholesterolemia serta sembab. Yang dimaksud proteinuria masif adalah apabila didapatkan proteinuria sebesar 50-100 mg/kg berat badan/hari atau lebih. Albumin dalam darah biasanya menurun hingga kurang dari 2,5 gram/dldisertai atau tidak disertai edema dan hiperkolestrolemia.atau gejala hipertensi, hematuri, bahkan kadang-kadang azotemia
A. Anatomi
Ginjal merupakan salah satu bagian saluran kemih yang terletak retroperitoneal dengan panjang lebih kurang 11-12 cm, disamping kiri kanan vertebra. Pada umumnya, ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri oleh karena adanya hepar dan lebih dekat ke garis tengah tubuh. Batas atas ginjal kiri setinggi batas atas vertebra thorakalis XII dan batas bawah ginjal setinggi batas bawah vertebra lumbalis III.

Sabtu, 05 Mei 2012

Asal Panas Pada Tubuh Manusia

Hanya Info
Tubuh manusia merupakan organ yang mampu menghasilkan panas secara mandiri dan tidak tergantung pada suhu lingkungan. Tubuh manusia memiliki seperangkat sistem yang memungkinkan tubuh menghasilkan, mendistribusikan, dan mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan konstan. Panas yang dihasilkan tubuh sebenarnya merupakan produk tambahan proses metabolisme yang utama.
Adapun suhu tubuh dihasilkan dari :
  1. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate, BMR) di semua sel tubuh.
  2. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil).
  3. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain, misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron).
  4. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine, norepineprine, dan rangsangan simpatis pada sel.
  5. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun.
Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh, dikenal suhu inti (core temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam, seperti kranial, toraks, rongga abdomen, dan rongga pelvis. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C). selain itu, ada suhu permukaan (surface temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada kulit, jaringan sub kutan, dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C.

Seputar Macam–Macam Cairan Infus & Osmolitas

CAIRAN KRISTALOID 

1). Cairan Hipotonik 
Osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum), sehingga larut dalam serum, dan menurunkan osmolaritas serum. Maka cairan “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi), sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju.Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi.Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang.

Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2,5%. Dibawah ini dijelaskan seputar Dexstrosa. 
Dekstrosa mengandung komposisi : glukosa = 50 gr/l (5%), 100 gr/l (10%), 200 gr/l (20%). Kemasan : 100, 250, 500 ml. Indikasi : sebagai cairan resusitasi pada terapi intravena serta untuk keperluan hidrasi selama dan sesudah operasi. Diberikan pada keadaan oliguria ringan sampai sedang (kadar kreatinin kurang dari 25 mg/100ml). Kontraindikasi : Hiperglikemia. Adverse Reaction : Injeksi glukosa hipertonik dengan pH rendah dapat menyebabkan iritasi pada pembuluh darah dan tromboflebitis. 
2). Cairan Isotonik 
Osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus menurun). Contoh cairan yang bersifat isotonik yaitu sebagai berikut : 
a). Normal Saline
Komposisi (mmol/l) : Na = 154, Cl = 154.
Kemasan : 100, 250, 500, 1000 ml. 
Indikasi : 
  • Resusitasi 
Pada kondisi kritis, sel-sel endotelium pembuluh darah bocor, diikuti oleh keluarnya molekul protein besar ke kompartemen interstisial, diikuti air dan elektrolit yang bergerak ke intertisial karena gradien osmosis. Plasma expander berguna untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang pada intravaskuler. 
  • Diare 
Kondisi diare menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah banyak, cairan NaCl digunakan untuk mengganti cairan yang hilang tersebut. 
  • Luka Bakar 
Manifestasi luka bakar adalah syok hipovolemik, dimana terjadi kehilangan protein plasma atau cairan ekstraseluler dalam jumlah besar dari permukaan tubuh yang terbakar.Untuk mempertahankan cairan dan elektrolit dapat digunakan cairan NaCl, ringer laktat, atau dekstrosa. 
  • Gagal Ginjal Akut 
Penurunan fungsi ginjal akut mengakibatkan kegagalan ginjal menjaga homeostasis tubuh.Keadaan ini juga meningkatkan metabolit nitrogen yaitu ureum dan kreatinin serta gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.Pemberian normal saline dan glukosa menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit. 

Kontraindikasi :
Hipertonik uterus, hiponatremia, retensi cairan. Digunakan dengan pengawasan ketat pada CHF, insufisiensi renal, hipertensi, edema perifer dan edema paru. 
Adverse Reaction :
Edema jaringan pada penggunaan volume besar (biasanya paru-paru), penggunaan dalam jumlah besar menyebabkan akumulasi natrium. 
b). Ringer Laktat (RL)


Jumat, 30 Maret 2012

Alat Pelindung Diri Pada Perawat


Pengertian
Universal precation adalah tindalakan pengendalian infeksi sederhana yang digunakan oleh seluruh petugas kesehatan, untuk semua pasien, setiap saat pada semua tempat, pelayanan dalam rangka pengurangi resiko penyebaran infeksi (Nursalam dan Ninuk, 2007).

Menurut Nursalam dan Ninuk (2007), kwaspadaan universal perlu diterapkan dengan tujuan:
a.       Mengendalikan infeksi secara konsisten.
b.      Memastikan standar adekuat bagi mereka yang tidak terdiagnosa atau tidak terlihat seperti resiko.
c.       Mengurangi resiko bagi petugas kesehatan dan pasien.
d.      Asumsi bahwa resiko atau infeksi berbahaya.
Universal precautions saat ini dikenal dengan kewaspadaan standar, adapun kewaspadaan standar tersebut dirancang untuk mengurangi resiko infeksi terinfeksi penyakit menular pada petugas kesehatan baik dari sumber terinfeksi yang dketahui maupun yang tidak diketahui (Depkes, 2008).

Like Us Facebook